Jumat, 07 April 2017

15 Keindahan Dan Nikmat Dari Shalat Tahajud

15 Keindahan Dan Nikmat Dari Shalat Tahajud
| Di antara ajaran Rasulullah SAW yang paling dianjurkan adalah shalat
Tahajud. Sehingga, dalam literatur fikih Islam, shalat Tahajud diberi
hukum sunah muakkadah (sangat dianjurkan). Shalat Tahajud ini dilakukan
pada malam hari setelah shalat Isya dan disyaratkan tidur terlebih
dahulu. Pelaksanaan Tahajud itu sendiri dikaitkan dengan waktu yang
utama, yaitu sepertiga malam terakhir yaitu sekitar jam 02.00-04.00.
Bahkan, ada yang menyebut waktu shalat Tahajud adalah di saat ketika
kita dapat mendengar suara jarum yang jatuh di atas lantai.

Firman Allah, Kerjakanlah shalat, sesungguhnya shalat itu bisa mencegah perbuatan keji dan munkar”. [QS. Al-Ankabut (29):45}].

Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk. [QS. Al-Baqarah (29): 45].

Menjadi Muslim yang taat, sering beramal
saleh serta bertaqwa di depan Sang Pencipta. Banyak muslim yang ingin
tinggi derajatnya di hadapan-Nya. Dengan mengerjakan sunnah-sunnah yang
telah Nabi Muhammad pesankan kepada kita umat muslim sekalian. Satu dari
sekian banyak sunnah-sunnah yang adalah dengan mengerjakan Shalat
Tahajud.

15 Keindahan Dan Nikmat Dari Shalat Tahajud

Shalat Tahajud sering juga disebut
shalat malam atau disebut juga (Shalatul Lail atau Qiyamul Lail) karena
waktu dilakukannya shalat ini adalah di malam hari ketika semua orang
sedang tidur lelap. Shalat Tahajud adalah shalat sunnah yang tidak
pernah ditinggalkan oleh Rasulullah selama hidupnya. Saat terbaik untuk
melaksanakan sholat Tahajud dimulai
dari jam 19.00, sampai jam 22.00 (waktu utama), kedua kira-kira dimulai
dari jam 22.00, sampai dengan jam 01.00 (waktu yang lebih utama, serta
yang terakhir dimulai dari jam 01.00 hingga masuknya waktu Shubuh (waktu
paling utama). Jumlah rakaat shalat Tahajud itu tidak terbatas, paling
sedikit hanya 2 rakaat dan dilakukan dalam dua rakaat satu salam.

Nikmatnya dari Shalat Tahajud

1. Mendapatkan kasih sayang dari Sang Pencipta
Siapa yang tidak ingin dicintai
oleh-Nya? Semua umat muslim berebut untuk mendapatkan kasih sayang Yang
Maha Pemberi Kasih. Sungguh nikmat mana lagi yang kau dustakan ketika
kau begitu dikasihi oleh-Nya. Dengan Shalat Tahajud akan mempermudah
jalan menuju kasih sayang-Nya.

2. Tiket menuju surga
Siapapun yang mengerjakan sunnah-sunnah
yang dikerjakan oleh Rasulullah, salah satunya dengan Shalat Tahajud ini
kita akan menyicil untuk mendapatkan tiket menuju surga-Nya.
Kerjakanlah sesering mungkin, dengan hati ikhlas niat agar Allah akan
mengizinkan kita mendapatkan tiket itu.

3. Segarnya pikiran kita
Setiap kita bangun dari tidur di malam
hari, ketika bangun pasti pikiran kita menjadi lebih segar, sebab dari
tidur lelap kita di malam hari. Dengan pikiran yang segar ini kita dapat
membuat shalat Tahajud yang dikerjakan menjadi lebih khusyu ketika
membaca bacaan-bacaan shalatnya.

4. Sebagai dinding pertahanan dalam pencegahan berbuat dosa
Shalat Tahajud lah yang dapat menolong
dalam menghapus dosa-dosa seseorang, serta mencegah seseorang untuk
berbuat dosa. Dengan shalat ini kita jauh lebih bisa mendekatkan diri
kita kepada Sang Pencipta sehingga memperkuat iman dan ketakwaan. Agar
terhindar dari dosa-dosa yang akan datang.

5. Amal yang menolong di akhirat
Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya
orang-orang yang bertaqwa berada di dalam taman-taman surga dan di mata
air-mata air, seraya mengambil apa yang Allah berikan kepada mereka.
Sebelumnya mereka adalah telah berbuat baik sebelumnya (di dunia),
mereka adalah orang-orang yang sedikit tidurnya di waktu malam dan di
akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah)
.” (QS. Az Zariyat: 15-18)

Ayat di atas menunjukkan bahwa orang
yang senantiasa bertahajud Insya Allah akan mendapatkan balasan yang
sangat nikmat di akhirat kelak.

6. Pembersih penyakit hati dan jasmani
Salman Al Farisi berkata, Rasulullah Saw bersabda, “Dirikanlah
shalat malam, karena sesungguhnya shalat malam itu adalah kebiasaan
orang-orang shaleh sebelum kamu, (shalat malam dapat) mendekatkan kamu
kepada tuhanmu, (shalat malam adalah) sebagai penebus perbuatan buruk,
mencegah berbuat dosa, dan menghindarkan diri dari penyakit yang
menyerang tubuh
.” (HR. Ahmad)

7. Sarana meraih kemuliaan
Rasulullah Saw bersabda, “Jibril
mendatangiku dan berkata, “Wahai Muhammad, hiduplah sesukamu, karena
engkau akan mati, cintailah orang yang engkau suka, karena engkau akan
berpisah dengannya, lakukanlah apa keinginanmu, engkau akan mendapatkan
balasannya, ketahuilah bahwa sesungguhnya kemuliaan seorang muslim
adalah shalat waktu malam dan ketidakbutuhannya di muliakan orang lain
.
” (HR. Al Baihaqi)

8. Jalan mendapatkan rahmat Allah
Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Semoga
Allah merahmati laki-laki yang bangun malam, lalu melaksanakan shalat
dan membangunkan istrinya. Jika sang istri menolak, ia memercikkan air
di wajahnya. Juga, merahmati perempuan yang bangun malam, lalu shalat
dan membangunkan suaminya. Jika sang suami menolak, ia memercikkan air
di wajahnya
.
” (HR. Abu Daud)

9. Sarana Pengabulan permohonan 
Allah SWT berjanji akan mengabulkan doa
orang-orang yang menunaikan shalat tahajud dengan ikhlas. Rasulullah Saw
Bersabda, “Dari Jabir berkata, bahwa nabi Saw bersabda, “Sesungguhnya
di malam hari , ada satu saat yang ketika seorang muslim meminta
kebaikan dunia dan akhirat, pasti Allah memberinya, Itu berlangsung
setiap malam.
(HR. Muslim)

10. Penghapus dosa dan kesalahan
Dari Abu Umamah al-Bahili berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Lakukanlah
Qiyamul Lail, karena itu kebiasaan orang saleh sebelum kalian, bentuk
taqarub, penghapus dosa, dan penghalang berbuat salah
.” (HR. At-Tirmidzi)

11. Jalan mendapat tempat yang mulia
Allah berfirman, “Dan pada
sebagian malam bertahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu,
mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang mulia
”. (QS. Al-Isra’:79)

12. Pelepas ikatan setan
Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Setan
akan mengikat kepala seseorang yang sedang tidur dengan ikatan,
menyebabkan kamu tidur dengan cukup lama. Apabila seseorang itu bangkit
seraya menyebut nama Allah, maka terlepaslah ikatan pertama, apabila ia
berwudhu maka akan terbukalah ikatan kedua, apabila di shalat akan
terbukalah ikatan semuanya. Dia juga akan merasa bersemangat dan
ketenangan jiwa, jika tidak maka dia akan malas dan kekusutan jiwa.

13. Waktu utama untuk berdoa
Amru Ibn ‘Abasah berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah Saw, “Ya
Rasulullah! Malam apakah yang paling di dengar?”, Rasulullah Saw
menjawab, “Tengah malam terakhir, maka shalatlah sebanyak yang engkau
inginkan, sesungguhnya shalat waktu tersebut adalah maktubah masyudah
(waktu yang apabila bermunajat maka Allah menyaksikannya dan apabila
berdoa maka didengar doanya)
” (HR. Abu Daud)

14. Meraih kesehatan jasmani
Hendaklah
kalian bangun malam. Sebab hal itu merupakan kebiasaan orang-orang
saleh sbelum kalian. Wahana pendekatan diri pada Allah Swt, penghapus
dosa, dan pengusir penyakit dari dalam tubuh
.” (HR. At-Tarmidzi)

15. Penjaga kesehatan rohani
Allah SWT menegaskan bahwa orang yang
shalat tahajud akan selalu mempunyai sifat rendah hati dan ramah.
Ketenangan yang merupakan refleksi ketenangan jiwa dalam menjalani
kehidupan sehari-hari di masyarakat. Allah Berfirman, “Dan
hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang
berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil
menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik. Dan orang yang
melewati malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka
.” (QS. Al-Furqan: 63-64)

Semoga kita termasuk orang-orang yang
menghiasi malam-malamnya dengan bermunajat kepada Allah. Merasakan
nikmat dan indahnya berkhalwat kepada Robbul ‘alamiin. Betapa rendahnya
kita jika sudah merasa banyak berbuat baik hingga sudah merasa cukup dan
enggan memohon ampun kepada Allah. Harusnya kita bercermin kepada
Rosulullah SAW, beliau adalah manusia mulia yang telah diampuni segala
dosanya, namun masih tetap melaksanakan sholat malam sampai bengkak
kakinya. Sedangkan kita hanya manusia biasa yang tak luput dari dosa,
lalu apalagi alasan kita untuk bermalas-malasan? (Baca Juga : Manfaat dan Keutamaan Shalat Sunat Tahajud)

Semoga Allah memudahkan kita semua untuk melaksanakan sholat malam. Aamiin. Wallahu a’lam bish showab. Barokallahu fiikum

Selasa, 04 April 2017

Bacaan Niat Shalat Wajib (Fardhu) 5 Waktu Lengkap Dengan Artinya

Bacaan Niat Shalat Wajib 5 Waktu | Assalamu'alaikum - Shalat
adalah tiang agama dan merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang
baligh dan berakal, kecuali bagi wanita yang sedang haid dan nifas.
Adapun kewajiban menunaikan ibadah shalat yaitu berdasarkan Al-Qur’an,
Sunnah dan Ijma’. Dalam islam, shalat memiliki kedudukan yang sangat
agung. Maka, sungguh berdosa dan sangat merugi bagi mereka yang
meninggalkan kewajiban shalat, dan kafirlah orang yang menentang
kewajiban shalat. Selain menjadi tiang agama, shalat juga merupakan satu
amalan manusia yang paling pertama dihisab (di hari kiamat) serta
menjadi standar baik dan buruknya amalan yang lain.

Jika
shalatnya baik, maka baiklah seluruh amalnya, sedangkan jika shalatnya
buruk, maka buruklah seluruh amalnya. Dalam agama islam, shalat memiliki
kedudukan yang sangat tinggi. Maka, sungguh berdosa dan sangat merugi
bagi mereka yang meninggalkan kewajiban shalat, dan kafirlah orang yang
menentang kewajiban shalat. Menunaikan sholat fardhu 5 waktu
dalam sehari semalam merupakan kewajiban bagi setiap muslim, baik
laki-laki maupun perempuan. Untuk itu kita juga wajib tahu dan hafal bacaan-bacaan niat shalat Wajib 5 waktu dalam bahasa arab. Bagi adik-adik yang belum hafal bacaan niatnya, silakan bisa belajar bersama disini.

Bacaan Niat Shalat Wajib (Fardhu) 5 Waktu Lengkap Dengan Artinya

Dalam
sehari semalam, ada 5 (lima) waktu shalat yang diwajibkan bagi kaum
muslim. Dan diwajibkan membaca niat sebelum melaksanakannya. Dan berikut
adalah bacaan niat shalat wajib 5 waktu dalam bahasa arab Lengkap Bahasa Arab, Latin dan Artinya.

Bacaan Niat Shalat Wajib 5 Waktu Lengkap Dengan Artinya

Shalat Subuh: Jumlah Raka'at & Bacaan Niat Shalat Shubuh

Shalat
subuh merupakan shalat yang jumlah raka'atnya paling sedikit yaitu
hanya ada 2 (dua) raka'at dalam shalat subuh, dengan mengeraskan
bacaannya dikedua raka'at tersebut dan duduk tasyahhud satu kali pada
raka'at terakhir. Adapun niat shalat shubuh arab, latin dan artinya adalah sebagai berikut:

اُصَلّى فَرْضَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

USHOLLII FARDHOSH SHUBHI ROK'ATAINI MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA-AN MA'MUUMAN LILLAAHI TA'AALA.
Artinya :
Aku berniat shalat fardu Shubuh dua raka'at menghadap kiblat sebagai ma'mum karena Allah Ta'ala

Shalat Zhuhur: Jumlah Rakaat & Bacaan Niat Shalat Dzuhur

Shalat
dzhuhur adalah shalat yang dilaksanakan pada saat tergelincirnya
matahari. Adapun jumlah rakaat shalat zhuhur adalah 4 (empat) rakaat,
dengan memelankan bacaannya dan dengan duduk tasyahhud dua kali duduk
tasyahhud. Dan berikut adalah bacaan niat shalat dzuhur 4 rakaat bahasa arab, latin dan artinya lengkap.

اُصَلّى فَرْضَ الظُّهْرِاَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

USHOLLII FARDHODL DHUHRI ARBA'A RAKA'AATIM MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA-AN MA'MUUMAN LILLAAHI TA'AALA.
Artinya :
Aku berniat shalat fardu Dhuhur empat raka'at menghadap kiblat sebagai ma'mum karena Allah Ta'ala

Shalat Ashar : Jumlah Rakaat & Bacaan Niat Shalat 'Ashar

Jumlah
rakaat shalat asyar sama seperti shalat dzuhur yakni 4 (empat) rakaat,
dengan memelankan bacaannya dan dengan duduk tasyahhud dua kali duduk
tasyahhud. Berikut adalah lafadz niat shalat asyar 4 rakaat dalam bahasa arab, latin lengkap artinya:

اُصَلّى فَرْضَ الْعَصْرِاَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

USHOLLII FARDHOL 'ASHRI ARBA'A RAKA'AATIM MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA-AN MA'MUUMAN LILLAAHI TA'AALA.
Artinya :
Aku berniat shalat fardu 'Ashar empat raka'at menghadap kiblat sebagai ma'mum karena Allah Ta'ala

Shalat Maghrib: Jumlah Raka'at & Bacaan Niat Shalat Maghrib

Ada
3 (tiga) raka'at dalam shalat maghrib, dengan mengeraskan bacaannya
pada dua raka'at yang pertama dan memelankan bacaannya pada raka'at ke
tiga atau raka'at terakhir, serta duduk tasyahud pada raka'at yang kedua
dan ketiga. Dan berikut adalah lafadz niat shalat maghrib lengkap bahasa arab, latin dan artinya:

اُصَلّى فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

USHOLLII FARDHOL MAGHRIBI TSALAATSA RAKA'AATIM MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA-AN MA'MUUMAN LILLAAHI TA'AALA.
Artinya :
Aku berniat shalat fardu Maghrib tiga raka'at menghadap kiblat sebagai ma'mum karena Allah Ta'ala

Shalat Isya: Jumlah Raka'at & Bacaan Niat Shalat 'Isya

Sama
seperti shalat dzuhur dan asyar, yakni jumlah raka'atnya ada 4 namun
berbeda bacaannya. Jika dalam shalat dzuhur dan asyar memelankan
bacaannya, maka pada shalat isya harus mengeraskan bacaannya pada kedua
raka'at yang pertama dan memelankan bacaannya pada kedua raka'at yang
lain (dua raka'at terakhir), serta duduk tasyahud dua kali disetiap dua
rakaat. Untuk bacaan niat shalat isya 4 raka'atadalah sebagai berikut lengkap dengan lafadz bahasa arab, latin dan artinya:

اُصَلّى فَرْضَ الْعِشَاءِ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

USHOLLII FARDHOL 'ISYAA'I ARBA'A RAKA'AATIM MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA-AN MA'MUUMAN LILLAAHI TA'AALA.
Artinya :
Aku berniat shalat fardu 'Isya empat raka'at menghadap kiblat sebagai ma'mum karena Allah Ta'ala
Itulah lafadz bacaan niat sholat fardhu 5 waktu
dalam bahasa arab, tulisan latin dan artinya lengkap, silakan
teman-teman atau adik-adik sesuaikan niatnya dengan sholat yang
dilaksanakan. Misalnya melaksanakan shalat maghrib, maka membaca niatnya
niat shalat maghrib dan seterusnya.


Bacaan Niat Sholat Wajib 5 Waktu
di atas adalah khusus bagi yang melaksanakan sholat berjama'ah sebagai
ma'mum (makmum). Dan apabila teman-teman melaksanakan sholatnya
sendirian, maka lafadz bacaannya berbeda (Tanpa lafadz Ma'muuman),
begitu juga ketika menjadi Imam shalat, maka lafadz "ma'muuman" diganti
"imaaman". Silakan perhatikan contoh berikut.

Bacaan Niat Sholat Fardhu (Shalat Sendirian)

Ketika teman-teman sholat sendirian, maka bacaan lafadz niat sholatnya adalah sebagai berikut :


اُصَلّى فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى

USHOLLII FARDHOL MAGHRIBI TSALAATSA RAKA'AATIM MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA-AN LILLAAHI TA'AALA.
Artinya :
Aku berniat shalat fardu Maghrib tiga raka'at menghadap kiblat karena Allah Ta'ala
Contoh
diatas saya menggunakan niat shalat maghrib. Jika teman-teman shalat
isya sendirian maka tinggal sesuaikan saja, begitu juga seterusnya.

Bacaan Niat Sholat Fardhu Sebagai Imam

اُصَلّى فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً إِمَامًا ِللهِ تَعَالَى

USHOLLII FARDHOL MAGHRIBI TSALAATSA RAKA'AATIM MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA-AN IMAAMAN LILLAAHI TA'AALA.
Artinya :
Aku berniat shalat fardu Maghrib tiga raka'at menghadap kiblat sebagai Imam karena Allah Ta'ala
Demikian pembahasan kali ini bacaan niat shalat wajib 5 waktu lengkap dengan bahasa arab dan aritnya. Adapun untuk masuknya waktu-waktu shalat 5 waktu, secara lengkap akan saya share pada pertemuan berikutnya (baca juga : Bacaan Sholat Dhuha Lengkap dengen Artinya dan Bacaan Doa Qunut Sholat Shubuh Lengkap dengan Artinya. Semoga apa yang saya sajikan di sini dapat bermanfaat bagi para pembaca. Aamiin. - Salam -

Senin, 03 April 2017

Bacaan Solat Dhuha Lengkap Beserta Tata Caranya

Bacaan Solat Dhuha Lengkap Beserta Tata Caranya



Autonet.ID | Sholat dhuha memiliki banyak manfaat. Salah satunya yaitu dapat merasa lapang dada dalam segala hal. Selain itu manfaat dari sholat dhuha yaitu membuka pintu rezeki. Nah, pada kesempatan kali ini kami akan sedikit membahas mengenai bagaimana tata cara sholat dhuha, doa sesudah sholat dhuha serta apa apa saja manfaat dari sholat dhuha. Pertama tama yang akan kami bahas disini yaitu mengenai Bacaan niat sholat dhuha.
Bacaan sholat dhuha hampir sama dengan bacaan sholat sunat lainnya. Hanya bacaan niat sholat, surat pendek yang dibaca serta doa setelah sholat yang agak berbeda. Sementara bacaan dan gerakan sholat pada umumnya sama saja. Artikel ini akan membahas semua bacaan doa yang dibaca setelah/sesudah selesai sholat sunnah dhuha lengkap dalam tulisan bahasa arab, latin dan terjemahannya/artinya sesuai sunnah. Berikut ini kita bahas secara detail Bacaan Solat Dhuha Lengkap Beserta Tata Caranya.

Bacaan Solat Dhuha Lengkap Beserta Tata Caranya

Bacaan Niat Sholat Dhuha

اُصَلِّيْ سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

Usholli sunnatad dhuhaa rok’ataini mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta’aala.
Artinya : Aku niat melakukan shalat sunat dhuha 2 rakaat, sambil menghadap qiblat, saat ini, karena Allah ta’ala.

Surat pendek yang dibaca
Surat pendek yang dibaca setelah membaca surat Al Fatihah adalah surat Asy Syamsi pada rakaat pertama dan surat Ad Dhuha pada rakaat ke dua (pendapat Imam Jalal Suyuthi dalam Hawsyil Khothiib). Pendapat lain yang juga sama kuatnya adalah membaca surat Al Kafirun pada rakaat pertama dan surat al Ikhlash pada rakaat ke dua (pendapat Ibnu Hajar dan Imam Ramli). Para ulama sepakat menganjurkan untuk mengumpulkan dua pendapat tersebut dengan membaca surat Asy Syamsi pada rakaat pertama dan Al Kafirun pada rakaat kedua, pada 2 rakaat pertama.  Selanjutnya pada 2 rakaat selanjutnya, membaca ad Dhuha pada rakaat pertama dan al Ikhlash pada rakaat ke dua. Untuk rakaat-rakaat selanjutnya, membaca surat al Kafirun pada rakaat pertama dan al Ikhlash pada rakaat ke dua.
Doa setelah sholat dhuha

اَللّهُمَّ اِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَائُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اَللّهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَاءِ فَاَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَاَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسِّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ اَتِنِى مَااَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

Allaahumma Innadh Dhuhaa-A Dhuhaa-Uka, Wal Bahaa-A Bahaa-Uka, Wal Jamaala Jamaaluka, Wal Quwwata Quwwatuka, Wal Qudrata Qudratuka, Wal ‘Ishmata ‘Ishmatuka. Allaahuma Inkaana Rizqii Fis Samma-I Fa Anzilhu, Wa Inkaana Fil Ardhi Fa-Akhrijhu, Wa Inkaana Mu’assaran Fayassirhu, Wainkaana Haraaman Fathahhirhu, Wa Inkaana Ba’iidan Fa Qarribhu, Bihaqqi Duhaa-Ika Wa Bahaa-Ika, Wa Jamaalika Wa Quwwatika Wa Qudratika, Aatinii Maa Ataita ‘Ibaadakash Shaalihiin. 
Artinya :
“Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi, maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh.”
Tata Cara Sholat Dhuha
Tata cara sholat dhuha hampir sama dengan sholat sunah pada umumnya, berikut cara shalat duha yang benar . 
  1. Lafadzkan niat didalam hati kemudian membaca takbir, 
  2. Membaca doa Iftitah 
  3. Membaca surat al Fatihah 
  4. Membaca satu surat didalam Alquran. Afdholnya rakaat pertama membaca surat Asy-Syam dan rakaat kedua surat Al Lail 
  5. Ruku’ dan membaca tasbih tiga kali 
  6. I’tidal dan membaca bacaannya 
  7. Sujud pertama dan membaca tasbih tiga kali 
  8. Duduk diantara dua sujud dan membaca bacaanya 
  9. Sujud kedua dan membaca tasbih tiga kali 
  10. Setelah rakaat pertama selesai, lakukan rakaat kedua sebagaimana cara diatas, kemudian Tasyahhud akhir setelah selesai maka membaca salam dua kali. Rakaat-rakaat selanjutnya dilakukan sama seperti contoh diatas.